Rabu, 26 Mei 2010

Tipe Penerapan Layanan Cloud Computing

Tipe-tipe penerapan(deployment) dari layanan Cloud Computing, yang terbagi menjadi empat jenis penerapan, yaitu:

1. Private cloud

Di mana sebuah infrastruktur layanan cloud, dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi tertentu. Infrastruktur cloud itu bisa saja dikelola oleh si organisasi itu atau oleh pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Biasanya organisasi dengan skala besar saja yang mampu memiliki/mengelola private cloud ini.

2. Community cloud

Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya.

Jadi, community cloud ini merupakan “pengembangan terbatas” dari private cloud. Dan sama juga dengan private cloud, infrastruktur cloud yang ada bisa di-manage oleh salah satu dari organisasi itu, ataupun juga oleh pihak ketiga.

3. Public cloud

Sesederhana namanya, jenis cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya. Layanan-layanan yang sudah saya sebutkan sebelumnya dapat dijadikan contoh dari public cloud ini.

4. Hybrid cloud

Untuk jenis ini, infrastruktur cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private, community, atau public). Di mana meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu. Misalnya, mekanisme load balancing yang antarcloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada level yang optimal.

Demikian sedikit penjelasan dari model-model cloud yang disarikan dari NIST. Namun seperti diakui oleh lembaga ini, definisi dan batasan dari Cloud Computing sendiri masih mencari bentuk dan standarnya. Di mana nanti pasarlah yang akan menentukan model mana yang akan bertahan dan model mana yang akan mati.

Namun semua sepakat bahwa cloud computing akan menjadi masa depan dari dunia komputasi. Bahkan lembaga riset bergengsi Gartner Group juga telah menyatakan bahwa Cloud Computing adalah wacana yang tidak boleh dilewatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di dunia TI, mulai saat ini dan dalam beberapa waktu mendatang.


sumber : wijasena.wordpress.com

IBM Bangun Pusat Komputasi Cloud di China

Perusahaan tersebut mengklaim bila pusat komputasi cloud yang ditujukan bagi perusahaan-perusahaan peranti lunak tersebut merupakan yang pertama di China.

Melalui Cloud Computing Center tersebut, IBM berusaha menyediakan lingkungan komputasi virtual yang dapat mendukung aktivitas bisnis perusahaan-perusahaan peranti lunak di China seperti mendesain, mengembangkan, serta menguji peranti lunak.

Komputasi cloud adalah sebuah pendekatan terhadap infrastruktur Teknologi Informasi (TI) yang memungkinkan berbagai sistem saling terhubung.

Dukungan komputasi cloud terhadap pusat data korporat juga mendukung penggunaan sumber daya komputasi secara bersama-sama, aman, dan terukur.

Teknologi yang akan diimplementasikan pada pusat komputasi tersebut ialah IBM Blue Cloud, yaitu rangkaian solusi komputasi cloud yang berstandar terbuka dan mendukung Web 2.0 seperti bauan, kolaborasi terbuka, jaringan sosial, dan perdagangan bergerak.

Harapannya, kehadiran pusat komputasi cloud yang merupakan hasil kerja sama IBM dengan Wuxi Tai Lake Industry Investment and Development Company Limited, pemerintah daerah Wuxi, dan mitra bisnisnya itu dapat menggantikan model pusat data tradisional.

Pusat komputasi tersebut sengaja ditempatkan di Wuxi karena kota tersebut telah ditetapkan sebagai zona investasi sekaligus berhasil memegang predikat Kota Panutan Nasional untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (National Model of Science and Technology Advancement) selama lima tahun berturut-turut.

“Sebagai salah satu zona panutan yang menawarkan layanan alihdaya di China, kota Wuxi berkomitmen menyediakan lingkungan dan alat-alat yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan di taman kami untuk berkembang secara pesat,” kata Sekretaris Partai, Distrik Bin Hu, Pemerintah Daerah Wuxi Zhu Weiping.

Sementara itu, status Cloud Computing Center sebagai pusat komputasi modern tercermin lewat kehadiran berbagai perangkat pengembangan peranti lunak seperti IBM Rational, lalu ada pula peranti lunak WebSphere Application Server serta Database DB yang berjalan di atas server IBM System x, System p, dan BladeCenter.

Menurut Wakil Presiden Senior dan Eksekutif Grup IBM Software Group Steve Mills, komputasi cloud dapat membantu perusahaan-perusahaan peranti lunak di China untuk memicu pertumbuhan.

"Seperti perusahaan-perusahaan piranti lunak lokal dan asing pada umumnya yang mencari peluang untuk tumbuh, perusahaan-perusahaan piranti lunak Cina mengandalkan infrastruktur teknis untuk membangun berdasarkan standar terbuka dan menghantarkannya sebagai sebuah layanan.

Pendekatan terbuka terhadap komputasi ini akan membantu mereka menghantarkan inovasi dan menangkap peluang di pasar global,” ujar Mills.

sumber : www2.inilah.com

Sejarah Cloud Computing

Ide awal dari cloud computing bisa ditarik ke tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik, seperti halnya listrik dan telepon”. Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna.

Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses Network Computing ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC. Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat ‘hosting’ aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat “privat”, di mana layanan hanya dikastemisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server. Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih kompleks.

Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan gegap gempita. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian. Selanjutnya jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah “Cloud Computing”, namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.

Walaupun di luar negeri perebutan kapling awan ini begitu ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi.

Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya:

1. Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas, bandwith masih terbatas;
2. Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih menjadikan media internet utamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi;
3. Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan cloud ini, karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus.

Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini.


sumber : wijasena.wordpress.com

Resiko Cloud computing

Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud anda sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang anda bayar dan apa yang anda investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan anda menggunakan service ini. Anda harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:

  • Service level – Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
  • Privacy - Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
  • Compliance - Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.
  • Data ownership – Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.
  • Data Mobility – Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus ?

Untuk sebuah service yang masih tergolong kritis untuk perusahaan anda, saran terbaik adalah menanyakan hal ini se detail detailnya dan mendapatkan semua komitmen dalam keadaan tertulis.


sumber :nouvonation.wordpress.com

Komputasi Awan (Cloud Computing)


Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.

Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.

  • Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
  • Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
  • Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
  • Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
  • Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.

Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:

  • Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
  • Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
  • Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.

Beberapa investor saat ini masih mencoba untuk mengekplorasi adopsi teknologi cloud ini untuk dijadikan bisnis sebagaimana Amazon dan Google telah memiliki penawaran khusus pada untuk teknologi cloud,Microsoft dan IBM juga telah melakukan investasi jutaan dollar untuk ini.

Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud service.

sumber : nouvonation.wordpress.com

Sabtu, 17 April 2010

SQL Server Migration Assistants for MySQL, Aplikasi Gratis Migrasi MySQL Ke SQL Server


Berkutat dengan database memang kadang memusingkan, apalagi kalau kita terpaksa harus melakukan tindakan ketika sistem yang kita gunakan ternyata harus menggunakan database lain, mau tidak mau yang kita lakukan adalah mengubahnya.

Tapi kini kalau Anda dipaksa untuk harus mengkonversi database MySQL menjadi SQL Server, tampaknya tak akan menjadi hal yang sulit lagi untuk dilakukan. Microsoft belum lama ini telah menyediakan aplikasi gratis untuk melakukan migrasi database MySQL menjadi SQL Server.

Aplikasi yang dinamai SQL Server Migration Assistant (SSMA) for MySQL v1.0 tersebut tidak hanya bisa mengubah database MySQL menjadi database SQL Server 2005, tapi juga bahkan bisa mengubahnya menjadi SQL Server 2008 dan juga SQL Azure.

Pihak Microsoft menggaris-bawahi kalau aplikasi ini mampu mengotomatisasi aspek dari proses migrasi dari MySQL ke SQL Server 2005, SQL Server 2008 dan SQL Azure.

“SQL Server Migration Assistant for MySQL adalah aplikasi konversi terbaru yang mana juga mampu memproses Oracle, Sybase, Access dan analyzer untuk PowerBuilder. Alat ini didesain untuk menangani proses manual yang cukup rumit dimana ketika kita diharuskan untuk melakukan migrasi. Dalam menggunakan SQL Server Migration Assistants, pelanggan dan mitra usaha mengurangi cara manual, sehingga keuntungan yang didapat adalah lebih efisien waktu, biaya dan resiko ketika dilakukan migrasi. Menurut survei yang telah kami lakukan baru-baru ini, orang yang mengunduh SSMA 94% akan merekomendasikannya pada orang lain,” ungkap Erika Sommer, anggota tim pemasaran Microsoft SQL Server.

Microsoft SQL Server Migration Assistant yang saat ini dirilis oleh Microsoft sebagai aplikasi gratis, yang mana pengguna tidak akan dikenakan biaya sedikitpun. Kabarnya aplikasi ini akan terus disebarkan secara bebas bahkan setelah ketersediaan umum pada pertengahan 2010 mendatang.

“Sejak aplikasi SQL Server Migration Assistants for Oracle tersedia di bulan Juni 2005, Microsoft telah melihat lebih dari 250.000 penggunduh telah mengunduh aplikasi ini. Motorola, Simon & Schuster, Sony Ericsson dan Artesia adalah beberapa dari pelanggan yang menggunakan SQL Server Migration Assistant untuk melakukan konversi ke Microsoft SQL Server,” kata Sommer menambahkan.

Nah, Anda tertarik untuk mencobanya? Silahkan download dari link berikut ini.

SQL Server Migration Assistant 2008 for MySQL v1.0 CTP1 :

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=0e6168b0-2d0c-4076-96c2-60bd25294a8e&displaylang=en

SQL Server Migration Assistant 2005 for MySQL v1.0 CTP1 :

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=c6f14640-da22-4604-aaaa-a45de4a0cd4a&displaylang=en


sumber :www.beritateknologi.com

Twitter Hadirkan Direktori Online Untuk Proyek Open Source


Kalangan developer kini tampaknya semakin dimanjakan oleh media online. Hal ini merupakan kabar baik karena mendapatkan wadah untuk bereksperimen tentu akan mendorong lahirnya produk-produk open source baru nantinya.

Mendukung perkembangan open source, kini pihak Twitter turut memberikan sumbangsih tersendiri yang mana baru-baru ini dikabarkan baru saja meluncurkan direktori online yang dapat menampung proyek open source dari para developer. Proyek open source ini baik yang sedang dikerjakan atau telah selesai dikerjakan dan ingin dibagi oleh para developer.

Dari daftar yang disediakan direktori ini tampak cukup mengesankan. Ada berbagai proyek open source dengan bahasa pemrograman Ruby, Scala, Java, C/C++ dan berbagai tools gratis disediakan di sini. Beberapa di antaranya yaitu Cassandra, jaringan penyimpanan Facebook berbasis P2P yang sudah ada sejak tahun 2008 silam. Ada juga Murder, yang merupakan proyek open source yang menggunakan Bittorent. Di bagian bawah proyek open source tersebut terdapat keterangan singkat dan ada ikon Twitter yang dapat menghubungkan Anda dengan bagian layanan Twitter.

Dilihat dari halamannya direktori, dituliskan bahwa Twitter mencintai produk open source. Salah satunya karena Twitter sendiri dibangun dengan menggunakan aplikasi open source. Jadi bisa dikatakan proyek ini sendiri merupakan kontribusi dari Twitter terhadap kalangan developer open source.

sumber : www.beritateknologi.com

Celah Keamanan osCommerce Telah Diungkap Scareware

Membuat toko online memang saat ini mudah dilakukan oleh para developer. Apalagi sudah ada osCommerce yang menjadi salah satu pilihan tercepat dan termudah untuk membuat toko online dengan beberapa settingan yang tidak terlalu sulit. Tapi sekalipun begitu, ternyata ada bahaya mengintai engine osCommerce ini. Nah, jika Anda punya website yang menggunakan osCommerce silahkan pelajari celah berikut ini, setidaknya jangan sampai website Anda dibobol oleh orang yang tidak berkepentingan nantinya.

Distributor Scareware baru-baru ini berhasil menemukan celah keamanan yang terdapat pada website-website dengan engine osCommerce, hal ini dilakukannya demi melaksanakan kampanye BHSEO. Tingkat serangan diperlihatkan ke publik dan menunjukkan bagian script yang menjadi penyebab mudahnya server dibobol hacker.

Celah keamanan ini sendiri sebenarnya sudah terkuak sejak 31 Agustus 2009 yang mana sebenarnya sudah mulai dipublikasikan di Milw0rm oleh seorang pengguna dengan nickname Flyh4t. Oleh penasihat keamanan, yang mana diterbitkan oleh perusahaan Secunia menerangkan mengenai celah ini sebagai kesalahan dalam mekanisme otentikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mem-bypass otentifikasi dan memperoleh akses ke folder admin serta halaman administrasinya.

Menurut sebuah laporan dari Unmask Parasites, setelah terjadi eksploit tersebut, beberapa script PHP yang ada di server berikut yang menjadi target serangan, yang mana beberapa contoh file tersebut adalah mm.php, sh1.php, betty.php dan lname.php.

Untuk script pada file betty.php sendiri memiliki tujuan untuk menghasilkan URL dengan format : http://namadomain.com/betty.php?q=keywords yang selanjutnya akan diindeks oleh search engine dan menghasilkan hasil pencarian untuk istilah sesuai keyword tadi. Script HTML juga akhirnya tersimpan di direktori cache.

Sedangkan script lname.php mampu mengalihkan halaman pengunjung ke situs jahat yang merupakan halaman yang menawarkan antivirus tipuan. Pihak Scareware sendiri melalui kampanye ini cukup baru dan memiliki kemampuan deteksi AV tingkat rendah di VirusTotal.

Untuk script mm.php digunakan untuk mengupload file ke server langsung. Sedangkan script sh1.php digunakan sebagai PHP Web shell. Kalau Anda menemukan beberapa file jenis ini di web server bisa jadi server tersebut sudah dieksploit. Unmask Parasites juga menekankan bahwa “Google Webmaster Tools dapat membantu Anda untuk mendeteksi serangan tersebut. Laporan ’search queries’ yang dimilikinya akan dapat mengungkapkan masalah keamanan lainnya, jadi setidaknya dengan menggunakan GWT ini seminggu sekali akan sangat membantu sekali.”

Sampai berita ini diterbitkan, penanganan dan perbaikan dari pihak osCommerce sendiri belumlah tampak, dan sepertinya ini juga terjadi bahkan di versi osCommerce 2.2 RC2a. Bagaimana pun serangan ini dapat dicegah dengan membatasi akses ke direktori admin melalui setting di .htaccess. Atau kalau memang mau, Anda bisa mengganti nama direktori ini dan menghapus file-manager.php untuk meningkatkan keamanan situs osCommerce Anda.

sumber : www.beritateknologi.com

WebKit2 Teknologi Framework Browser Web Terbaru dari Apple




Apple baru saja mengumumkan WebKit2, teknologi baru pengembangan dari webkit versi pertama.

Menurut Apple, WebKit2 ini didesain untuk mendukung model proses terpisah, maksudnya untuk pemrosesan content web berbeda, seperti JavaScript, HTML, layout, dll akan ditangani proses yantg berbeda pula.

Teknik ini digunakan juga oleh Google Chrome tetapi bedanya proses atau mekanisme ini dibuat di dalam framework WebKit2, sehingga dapat dimanfaatkan oleh klien atau aplikasi lain.

Perlu diketahui bahwa teknologi webkit ini sudah digunakan oleh banyak browser, yaitu browser Safari di iPhone, browser Android dan Nokia S60.

Versi baru WebKit ini dapat mendatangkan perubahan yang cukup besar dalam cara kerja browser mobile. Apple telah membuka kode program WebKit ini bagi para pengembang baik Mac maupun Windows.

sumber : www.beritateknologi.com

Jumat, 09 April 2010

Windows NT 5.x

Keluarga sistem operasi Windows NT 5.x dimulai saat Windows 2000 dikembangkan, yang secara internal di dalam Microsoft disebut sebagai Cairo dan kemudian diubah menjadi Windows NT 5.0, sebagai calon penerus sistem operasi Windows NT 4.0 yang rencananya hendak dirilis pada tahun 1998, dua tahun setelah NT 4.0 dirilis. Tetapi, ketika sampai pada September 1998, NT 5.0 belum selesai dikerjakan (masih pada tahap beta 2 yang dirilis pada Agustus 1998) dan akhirnya peluncurannya pun ditunda hingga akhir tahun 1999 atau pada awal 2000. Pada waktu itu, Microsoft pun menunjukkan bahwa masa depan sistem operasi Windows adalah penggabungan antara kemudahan yang dimiliki oleh Windows untuk pengguna rumahan (Windows 95/98/ME) dengan kestabilan dari kernel Windows NT. NT 5 diharapkan merupakan perwujudan dari ide seperti itu.

Beta 2 dari NT 5 yang dirilis pada bulan Agustus 1988 menampilkan fitur-fitur baru, yakni Personalized Start Menu, dukungan perangkat keras yang lebih baik dan akhir bagi petaka ”DLL hell” . Setelah itu, Microsoft mempublikasikan bahwa Windows NT 5 ditujukan secara terbatas untuk sistem operasi yang berorientasi bisnis, mengingat mengintegrasikan beberapa fitur dari Windows 98 semacam WebTV for Windows ternyata menambah lama waktu pengembangan Windows NT 5.

Akhirnya pada 27 Oktober 1998, Microsoft mengubah namanya menjadi Windows 2000, menyebabkan nama NT 5 menjadi sejarah saja.

Meski Window NT terdahulu merupakan sebuah sistem operasi yang multiplatform (dapat berjalan di atas platform x86, DEC Alpha, MIPS, dan IBM PowerPC), Windows NT 5.x hanya mendukung sistem x86 saja. Pada tahun 2002, saat merilis sistem operasi Windows XP 64-bit Edition, Windows NT 5.x juga mendukung platform 64-bit IA-64 (Itanium dan Itanium 2).

Pada tahun 2005, Windows NT 5.x juga diperbarui lagi agar dapat mendukung platform x86-64, yang dapat menjalankan processor AMD Optron, AMD Athlon 64, AMD Turion, serta Intel Xeon dan mengeluarkan semua kemampuannya.

Saat ini, sistem operasi terbaru, Microsoft Windows Vista, yang merupakan penerus Windows NT 5.x, memiliki nomor versi 6.0.6000


sumber : wikipedia.org

Kamis, 25 Maret 2010

SMS Gateway

Salah satu mode komunikasi yang handal saat ini adalah pesan pendek short messaging system (SMS). Implikasinya, salah satu model komunikasi data yang bisa dipakai adalah SMS. Artinya, SMS tersebut harus bisa melakukan transaksi dengan database. Untuk itu perlu dibangun sebuah sistem yang disebut sebagai SMS Gateway. Pada prinsipnya, SMS Gateway adalah sebuah perangkat lunak yang menggunakan bantuan komputer dan memanfaatkan teknologi seluler yang diintegrasikan guna mendistribusikan pesan-pesan yang di-generate lewat sistem informasi melalui media SMS yang di-handle oleh jaringan seluler. Secara khusus, sistem ini akan memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:


1. Message Management dan Delivery

Pengaturan pesan yang meliputi manajemen prioritas pesan, manajemen pengiriman pesan, dan manajemen antrian. Pesan yang dilalukan harus sedapat mungkin fail safe. Artinya, jika terdapat gangguan pada jaringan telekomunikasi, maka system secara otomatis akan mengirim ulang pesan tersebut.


2. Korelasi

Berfungsi untuk melakukan korelasi data untuk menghasilkan data baru hasil korelasi. Pada sistem yang terpasang saat ini, arsitektur lalu lintas data melalui SMS sudah terjalin cukup baik. Hanya saja, keterbatasan akses data dan tujuan informasi SMS yang belum terfokus menyebabkan banyaknya jawaban standar (default replies) masih banyak terjadi SMS Gateway banyak digunakan dalam berbagai proses bisnis dan usaha. Proses bisnis dan bidang layanan yang bisa ditangani oleh aplikasi SMS Gateway, yaitu sebagai berikut :


1. Manajemen Inventori

2. CRM (Customer Relationship Management), misalnya Rumah Makan, Cafe, Executive Club, Stasiun Radio, Stasiun TV, Lembaga Pendidikan

3. Call Center dan SMS Pengaduan, misalnya Polisi, PLN, PAM, Instansi Pemerintah SMS Gateway memanfaatkan arsitektur teknologi komunikasi SMS untuk menerapkan aplikasi bernilai tambah dengan memanfaatkan komunikasi SMS untuk optimalisasi proses bisnis perusahaan dan peningkatan kualitas layanan dari institusi pelayanan publik.


Beberapa kemampuan SMS Gateway, yaitu untuk:

1. Memperbesar skala aplikasi teknologi informasi dengan menggunakan komunikasi SMS interaktif

2. Menyediakan aplikasi kolaborasi komunikasi SMS berbasis web untuk pengguna di institusi atau perusahaan

3. Menjangkau konsumen maupun pengguna jasa layanan institusi atau perusahaan secara mudah menggunakan komunikasi SMS interaktif.


sumber :

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=17%3Asistem-komunikasi-bergerak&id=404%3Asms-gateway&option=com_content&Itemid=15


Rubik untuk Tuna Netra

Permainan rubik saat ini banyak disenangi banyak orang. Rubik - rubik yang dijualpun bermacam warna dan bentuk. Sekarang ada rubik yang bisa dimainkan oleh tuna netra.



Rubik ini didesain dengan serangkaian kode-kode braile yang berbeda untuk mewakili satu warna. Jadi, bagi saya dan anda yang masih dikaruniai mata normal, rubik ini akan tampak hanya seperti rubik yang putih di semua sisinya. Baru terasa berbeda saat anda mencoba mengelus permukaannya.

Rubik ini sangat cocok untuk mereka yang tuna netra namun tetap terobsesi menyelesaikan rubik. Atau untuk anda yang suka menyelesaikan rubik dengan mata tertutup, rubik ini mungkin bisa menjadi pilihan dalam berlatih.

sumber : http://shirogadget.com

Jumat, 19 Maret 2010

MRAM: Teknologi Terbaru Memori Komputer, 10 Kali Lebih Cepat dari RAM

Kecepatan komputer selalu didambakan oleh siapa saja. Berbagai usaha dan penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komputer. Beberapa waktu yang lalu super komputer tercepat di dunia telah hadir untuk membantu militer amerika melakukan perhitungan. Kini giliran sebuah teknologi di bidang Memory komputer.

Sebelumnya Anda pasti pernah mendengar istilah RAM (Ramdom Access Memory) untuk menyebut memory komputer. Memory RAM ini memiliki berbagai jenis mulai dari EDO RAM, DDR1, DDR2 dan beberapa jenis lainnya.

Namun ternyata RAM saja belum cukup untuk memuaskan kebutuhan manusia akan tuntutan kecepatan. Oleh karena itu, Fisikawan dan Insinyur Jerman mengembangkan sebuah jenis memory baru.

Memory tersebut diberi nama Magnetoresistive Random Access Memory (MRAM), memory ini bukan hanya lebih cepat daripada RAM tetapi juga Lebih hemat Energi. Kehadiran MRAM sepertinya akan meningkatkan perkembangan mobile computing dan level penyimpanan dengan cara membalik arah kutub utara-selatan medan magnit.

IBM dan beberapa perusahaan pengembang yang lain berencana menggunakan MRAM, MRAM ini akan memutar elektron-elektron untuk mengganti kutub magnet. Hal ini juga dikenal sebagai spin-torque MRAM (Torsi putar MRAM) teknologi inilah yang kini sedang dikembangkan oleh para fisikawan dan insinyur Jerman.

Dengan membangun pilar-pilar kecil berukuran 165 nano meter, akan mengakibatkan magnet variabel pada atas lapisan akan mengakibatkan arus listrik mengalir dari bawah ke atas dan akan memutar posisi elektron. Medan magnet ini akan berubah dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk merubah kutub medan magnet ini. Kemudian kutub utara dan selatan akan bertukar.

Yang pasti, kecepatan MRAM mencapai 10 kali lipat kecepatan RAM. KEcepatan ini masih bisa terus dikembangkan dimasa depan.


sumber : http://shirogadget.com

SPRING

Spring adalah salah satu application framework untuk aplikasi berbasis Java, tepatnya J2EE. application framework itu adalah sekumpulan aturan atau standar yang disertai dengan library, yang digunakan untuk mempermudah, mempercepat atau membuat pengembangan aplikasi secara rapi sehingga bisa dikembangkan lagi dengan mudah di kemudian hari. Sedangkan J2EE –sekarang disebut Java EE– oleh situs Sun Microsystem dijelaskan sebagai

Java Platform, Enterprise Edition (Java EE) builds on the solid foundation of Java Platform, Standard Edition (Java SE) and is the industry standard for implementing enterprise-class service-oriented architecture (SOA) and next-generation web applications“.

Sederhananya, ini adalah edisi Java yang dipakai untuk mengembangkan aplikasi berskala besar atau enterprise. Edisi lainnya, Java SE (Standard Edition) adalah Java yang selama dipakai untuk mengembangkan aplikasi desktop kecil2an. Dan satunya lagi, Java ME (Micro Edition) sesuai namanya, untuk mengembangkan aplikasi untuk perangkat kecil seperti PDA, handphone, dll.. Ketika bicara tentang Spring, maka akan sering sekali terdengar istilah Inversion of Control (IoC) dan Dependency Injection Jadi mari lihat contoh berikut ini.

Semakin besar aplikasi yang dibuat, semakin banyak factory class yang diperlukan. Ini gak menguntungkan karena kebanyakan factory itu merupakan singleton sederhana, yang tugasnya membuat dan menghubungkan objek2, nggak bisa di-inherit sehingga banyak duplikasi. Kelebihan DI dengan Spring, menurut DevX.com adalah


… its ability to act as a factory to create objects. Spring reads a schematic defined in an external configuration file, creates and wires the objects together using reflection, and then passes the objects back to you. Think of Spring as a factory that you don’t have to write any code for.

Masih belum mengerti hal2 lain seperti AOP, DAO, dan ORM. Kesimpulan tentang Spring, katanya sih framework yang satu ini sangat mantep sekali. Ini garis besarnya

  • Spring bertujuan untuk meminimalkan dependency antar komponen aplikasi dan menyediakan plug-in architecture. Mungkin inilah yang mendukung terjadinya dynamic workflow. Jadi kita bisa pasang komponen aplikasi saat runtime tanpa perlu bongkar kode Java-nya.
  • Object linking di Spring didefinisikan di file XML, jadi kita bisa memasang komponen atau konfigurasi yang berbeda saat runtime.
  • Berbeda dengan factory yang invasive, di mana client sangat tergantung pada factory karena meminta objek ke sana, Spring menyediakan reference objek ke client yang membutuhkan. Spring secara aktif merangkai dependency dari objek yang gak kenal satu sama lain menjadi aplikasi yang utuh.
  • Kemampuannya ini berguna banget buat Test-Driven-Development di Xtreme Programming. Tapi mungkin artinya adalah bisa memudahkan untuk testing sana sini. Karena kode2 gak saling kenal, tp kalo mau disatuin juga gampang. Client gak perlu membuat objek baru (gak pernah membuat reference dengan keyword new), gak perlu lookup ke factory, Spring yang menyediakan dependency-nya secara runtime–dengan real maupun mock object.
  • Unit testing jadi mudah dilakukan karena gak ada dependecy yang hard-code, class2 yang ada saling gak kenal satu sama lain.

sumber : http://csui05.net

Senin, 08 Maret 2010

Intel Targetkan 32 Core Tahun 2010

Lima tahun yang lalu, Intel mempunyai visi prosesor yang beroperasi pada frekuensi 20 GHz pada akhir dekade ini, tetapi saat ini kita mengetahui kalau masa depan akan berbeda dengan prediksi Intel. CPU akan tidak akan mengembangkan clock speed, tetapi menambah jumlah inti (core) yang akan dipakai; CPU "many core" pertama milik Intel akan beroperasi 33% lebih lambat dari prosesor Xeon tercepat hari ini tetapi akan mempunyai kinerja 15x lebih bagus, karena mendayagunakan 32 inti.

"Dual core" adalah sebuah terminologi yang tidak dipopulerkan oleh Intel. Intel yang tidak begitu mempromosikan dual core biasanya berbicara tentang multi core, sebuah terminologi yang mengacu ke sebuah proyek yang dinamakan "Kevet" dan menjelaskan kepada para analis kalau prosesor multi core berpotensi untuk dapat menggunakan beberapa lusin core dalam satu prosesor.

Dokumen yang didapat dari sebuah sumber TG Daily mengindikasikan kalau penggunaan "dozens of cores" mungkin belum akan datang dalam waktu dekat ini. Prosesor "Keifer", nama yang diberikan Intel untuk proyek prosesor many core akan didebutkan di antara tahun 2009/2010 dan mengintegrasikan 32 inti. Chip "Keifer" pertama akan diproduksi dengan teknologi 32 nm dan menggunakan 8 unit prosesor, masing-masing unit akan memiliki 4 core. Setiap unit juga akan mempunyai akses ke 3 MB Last Level Cache (LLC) dan 512 kB L2 cache.

Saat ini, Intel juga sudah mulai mencari informasi tentang produk-produk lain yang berpotensi menjadi kompetitor Intel dan berusaha untuk mengestimasikan kinerja dari produknya sendiri pada tahun 2010. Yang mengejutkan, Intel tidak menganggap Opteron dari AMD sebagai rival dari "Kevet" maupun "Keifer." Dokumen yang dilihat TG Daily mengacu desain "Keifer" ke arsitektur "Niagara" dari Sun, yang saat ini dipakai di prosesor "Ultra Sparc T1". T1 ini diluncurkan tahun lalu dengan menggunakan prosesor 8 inti 1.2 GHz dengan 3MB L2 cache dengan konsumsi energi maksimum hanya sebesar 72 Watt.

Intel tidak dapat menandingi kinerja T1 saat ini dan spesifikasi turunan dari "Niagara" masih merupakan spekulasi. Intel juga percaya bahwa "Niagara II" akan didebutkan sebagai prosesor 65 nm tahun depan yang akan berkinerja mulai dari 1.4 GHz dan memiliki kinerja 2x - 3x lebih baik dari T1 saat ini.

Para insinyur dari Intel percaya bahwa sebuah arsitektur baru, yang digosipkan untuk diluncurkan di tahun 2008 dan menggunakan 32 inti akan diperlukan untuk menandingi prosesor dari Sun di tahun 2009/2010. Keuntungan terbesar Intel adalah clock speed, Intel berpendapat kalau "Niagara III" tidak akan dapat beroperasi di atas 2.0 GHz, dan "Keifer" akan beroperasi di sedikitnya 2.0 GHz.

sumber by : http://udaramaya.com